Untukmu Yang Dulu Dipelukan

Hai masa lalu…

Hai dirimu yang dulu, apa kabarnya sekarang? lama tak berjumpa dan lama tak ada kabar. Harapan ku semoga dirimu baik-baik saja. Rasanya begitu berat aku membuka pintu masa lalu yang kini telah aku tutup rapat, karena di masa lalu itu dirimu lah yang pertama kali muncul di benak ku. Saat dirimu muncul, aku selalu teringat tentang cerita kita yang pernah kita ukir bersama. Hal yang paling sering ku ingat adalah tawa manismu yang dulu menghiasi hati ini dan menenangkan diriku dikala aku bimbang. Tawa mu mengalihkan segalanya dan tawamu yang menjadikan alasan aku semangat setiap harinya,  andai waktu itu aku bisa menghentikan waktu bersamamu, mungkin kini aku masih bisa merasakan tawa mu.

Masihkah kau ingat kejadian kita di SMP dulu? dimana kau dan aku satu bangku, kala itu aku tidak dapan tempat duduk dan kau memberikan tempat dudukmu untukku, aku duduk tepat disebelahmu. Sweater  hitam dan wangi navy blue  dirimu adalah kesan pertama yang paling indah untukku, dan itu menjadi awal kita bertemu. Disanalah tawa mu yang selalu ku ingat menjadi semangatku dalam belajar, dikala pelajaran matematika yang begitu membuat otakku runyam hanya dirimu lah yang mampu membuat otakku berputar. Saat-saat kau dan aku bercerita saat pelajaran berlangsung, saat jam istrahat yang membuat kita semakin akrab dan waktu yang begitu cepat membuatku luluh dan jatuh kepada pelukanmu.

Kau dekap aku dengan lembut, seolah dunia hanya milik kita berdua dan waktu yang begitu cepat membuatkan cerita-cerita baru yang kini hanya bisa ku kenang, kau tetap indah untukku. Mungkin aku terlalu egois kepadamu, sehingga kau begitu gerah dengan sifatku. Aku si pecemburu ini tidak bisa melihatmu bersama lawan jenis lainnya, padahal sebenarnya aku tahu bahwa kau begitu friendly dengan siapapun dan harusnya aku percaya itu bahwa kau tidak akan meninggalkan ku demi orang lain. Sayangnya, aku dikalahkan dengan emosi ku yang sesaat. Aku tidak bisa menahan amarahku ketika kau bersamanya, yang kini kau bilang “sayang”.

Begitu hancur hati ini, saat ku tahu kau menduakan aku. Kau yang selalu aku puja, yang begitu aku sayang, kini kau meninggalkanku bersamanya. Rasanya baru kemarin kau menyatakan sayang kepadaku dan aku begitu antusias untuk menjawab “ya”, karena itu yang selama ini aku tunggu. Sekarang itu semua hanyalah kenangan yang tidak dapat diukir kembali.

Begitu panjang prosesku untuk maju ke depan, kau begitu sulit untuk aku lupakan. Cinta pertama yang kata orang itu indah, bagiku kini begitu menyiksa. Aku tak menyangka kau meninggalkan aku demi orang yang tidak pernah berusaha membuatmu tertawa seperti aku membuatmu tertawa. Kau kini meninggalkan aku dengan semua kenangan yang percuma harus ku ingat setiap harinya, semuanya percuma karena aku tidak bisa memilikimu kembali.

Seiring berjalannya waktu, kini akupun sadar mengapa kau meninggalkan aku demi orang lain. Ternyata, aku tidak membuatmu tertawa sama sekali. Tawa yang selama ini menghiasi hariku, hanyalah tawa yang kau buat dari sisa air mata di wajahmu, dari sisa kesalnya hatimu kepadaku dan dari lelahnya dirimu untuk mencintaiku. Aku begitu posesif kepadamu, menahanmu untuk tetap bersamaku dan menahanmu dari orang lain yang bisa membuatmu lebih tertawa daripada aku. Inginku katakan maaf kepadamu, namun harus lewat mana? Siapa tahu pos cinta ini bisa memberitahukan mu, bahwa aku sangat menyesal membuatmu menangis dan tertekan.

Bagaimanapun juga, kau tetap indah untukku. Akan ku simpan dirimu di dalam lingkaran, karena lingkaran akan terus berputar. Jika aku menyimpanmu dalam hatiku, maka hatiku bisa saja hancur. Aku tidak ingin kenangan yang singkat kita pun ikut hancur. Aku hanya ingin minta maaf kepadamu yang dulu pernah dihatiku…kau masih suka menulis juga kan? siapa tahu kita bisa bertemu di pos cinta ini, hehe

Sampai disini dulu ya masa lalu…semoga dirimu bahagia sekarang. Semoga kau juga mendapatkan seseorang yang baru dalam hidupmu, yang bisa menjadikan mu alasan mengapa dia harus tersenyum. 🙂

#30HariMenulisSuratCinta

0 views

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,