Terimakasih untuk Diam

Hallo sayang,

Maafkan kalau pagi itu aku sudah merepotkanmu. Mengantarkan ku pergi ke kampus hanya untuk menyelesaikan urusanku. Maafkan kalau pagi itu hujan sehingga membuat mobilmu penuh dengan debu yang melekat.

Mungkin kemarin aku terlalu bersemangat untuk mengerjakan skripsi ku yang sebentar lagi akan selesai. Sehingga aku lupa untuk makan dan minum,sehingga membuat sakit ku kambuh. Ah,sudahlah tidak penting sakitku seperti apa nampaknya.

Terimakasih saat aku kesulitan,tiba-tiba kamu hadir dan mau menemaniku. Kamu juga mau berela-rela menunggu ku seharian,sehingga kamu lupa untuk mengerjakan kewajiban mu juga.

Maafkan aku terlalu egois karena tidak memikirkan kepentingan mu. Padahal aku tahu kau sangat membutuhkannya,tapi mugkin aku terlalu bodoh sampai tidak berpikir kearah situ. Aku terlalu egois karena lebih mengutamakan keinginan ku dibandingkan mu. Aku tidak bisa mengartikan apa yang kamu mau dan kamu harapkan karena kamu diam.

Diam mu membuat aku terlalu sedih dan sakit,karena aku merasa menjadi orang yang paling bodoh dan tidak mengerti apa-apa. Aku kesal dengan diriku sendiri,kesal melihatmu terdiam.

Semoga esok hari kau sudah mau berbicara walaupun hanya sepatah kata,karena aku benci harus berpura-pura baik saat kau terdiam.

Dari aku yang selalu mengharapkanmu..

#5 #PosCintaTribu7e

0 views

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,