Senyuman yang Tak Terbalas

Pagi memanggil ku untuk beranjak dari tempat yang lelap ini. Tak bisa aku hindari lagi bahwa kini aku harus bisa berlari dengan cepat.

Saat ku berlari aku melihat bintang yang tak pernah redup cahayanya, hanya saja aku tidak bisa melihatnya dengan terkesima.

Walau logika bicara bahwa ini membuatku takjub, tapi hati tak pernah meng “iya” kan bahwa apa yang ku lihat itu sempurna.

Ingin aku menggapainya walau hanya dengan senyuman, namun aku tahu apa jadinya bila ia meraihku dengan senyuman juga. Karena ini tidak akan pernah mungkin terjadi.

Bagaimana ini bisa terjadi, apabila hatinya sudah terisi? Mungkinkah bisa dua hati menjadi satu apabila hati yang lain sudah terisi?

Biar saja aku menyimpannya, biar saja aku melihatnya dari jauh dan mengaguminya secara diam. Karena aku tahu, senyuman ini tidak akan pernah terbalaskan walau aku sudah mencobanya.

#30HariMenulisSuratCinta

0 views

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,