Penyembunyi Sepi

Tidak perlu untuk aku berteriak atau memeluk cemas,saat ada kamu hatiku tenang. Tidak butuh penyangga untuk membuat ku diam,asal ada kamu aku bisa tenang untuk bersandar.

Aku yang membisu diam bukan berarti aku marah,tapi aku mungkin bosan untuk mengartikan abjad yang ada di kepalaku untuk aku ungkapkan. Tidak perlu rahasia,aku hanya butuh rengkulan untuk bisa tenang.

Aku mulai bisa tersenyum apabila sepi memakan bisuku dengan tenang. Aku mungkin bisa saja penuh,asal kosong ditelan oleh hari.

Hari ini ingin aku sampaikan pada sosok yang dekat,tapi terasa jauh di pelopak mata. Namun aku sulit untuk ungkapkan bahasa yang ada di benakku. Aku tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan rasa yang ku pendam dalam hati hanya karena aku takut.

Aku takut semua pergi dan tidak kembali hanya karena aku,aku si penyuka diam tapi kesal tidak bisa ku sembunyikan. Aku ingin mereka tahu bahwa diam itu bosan,rasanya seperti mencekik kerongkongan sendiri.

Aku ingin pergi untuk mencari celah agar tidak ku nikmati sendirian sepi ini. Tapi apa daya,aku hanya bisa diam tanpa melangkah jauh. Mungkin karena aku bersembunyi dibalik celah yang tak satupun orang mengetahuinya.

Jujur aku gerah..tapi aku sayang dengan semuanya. Aku tidak ingin mereka pergi dan tenggelam meninggalkan luka yang mungkin sempat aku goreskan. Aku takut itu terjadi.

Untuk itu aku selalu biarkan rasa sepi memakan semua tenaga ku hingga ku lelah dan tak tahu arah harus pulang seperti apa. Mungkin karena aku selalu menikmati sepi yang menusuk ke dalam jiwa dan berteman dengan segala hal yang harus aku sembunyikan.

#3 #PosCintaTribu7e

1 view

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,