MENCOBA BODY RAFTING DI HARI ULANG TAHUN


Body Rafting adalah olahraga air dengan mengarungi sungai dan dilakukan oleh badan sendiri tanpa perahu dan dayung. Sama halnya seperti arung jeram yang mengarungi riam dan jeram, namun kali ini hanya badan sendiri dengan pelampung yang mengarungi riam dan jeramnya. Pokoknya ini adalah salah satu aktivitas air yang paling gue suka.


Saat hari ulang tahun gue kemarin, gue dan keluarga berencana untuk staycation di Hau Eco Lodges Citumang, untuk penginapannya sudah pernah dibahas pada blog ini ya. Karena, penginapannya menyediakan fasilitas Body Rafting, akhirnya gue dan keluarga mencoba untuk ikut Body Rafting.


Gue, si Aquarius yang takut sama air mencoba memberanikan diri untuk ikut Body Rafting. Jujur, saat itu gue benar-benar takut ngeliat sungai yang warna hijau ditambah suara riakan air yang begitu kencang membuat otak gue berpikir negatif tentang apa yang ada dibawah air sungai ini. Waktu kecil , gue pernah nonton film Anaconda , dimana Sungai adalah tempat si ular besar itu bersembunyi. Pas banget lokasi film Anaconda mirip dengan Sungai yang membentang di depan mata gue. Sungai yang luas dan dikelilingi Hutan yang luas. Tapi, karena ini hari ulang tahun gue yang ke 29 tahun dimana it's the last 20's in my life , jadi gue pengen create new story in my life at the first page, ya Body Rafting adalah pengalaman pertama yang gue lakukan di Hari gue ulang tahun.

Sesampainya gue di hotel, gue bersiap-siap untuk Body Rafting. Mulai dengan mengganti Pakaian dengan baju dry fit gue yang sudah lama tidak digunakan untuk Snorkeling akibat Pandemic, untung saja bajunya masih muat walaupun sudah tidak digunakan 2tahun ini. Karena gue lagi datang bulan, disini gue berpikir dua kali untuk ikut Body Rafting. Gue Searching dulu di Mbah Gugel mengenai Do's & Don'ts pada wanita yang sedang datang bulan untuk Body Rafting, disana tertulis harus pakai tampon atau menstrual cup, sayangnya gue ga punya itu. Akhirnya gue tetap nekat menggunakan Pembalut! Tapi perlu diketahui, saat menstruasi banyak bakteri jahat yang akan masuk ke daerah kewanitaan , so be careful pokoknya.



Setelah Siap, gue dan keluarga menuju area assembly untuk dikasih arahan oleh pemandu nya. Body Rafting di Citumang dikasih pemandu, jadi sangat aman bahkan untuk anak-anak. So, ga perlu khawatir ya. Setelah selesai diberi arahan, gue berjalan menuju sungai. Saat itu sudah jam setengah 5 sore. Jantung gue makin berdebar karena areanya sudah sepi dan sedikit gelap, ditambah sedikit hujan rintik-rintik dan dikelilingi pohon-pohon besar. Gimana, vibes nya film Anaconda banget kan?



Akhirnya kita memasuki area sungai, sudah terdengan suara riuh air yang sangat riak dan terlihat beberapa kera di atas pohon seolah menyambut kedatangan gue. Entah kera-kera itu juga ngetawain gue atau manggil gue, yang jelas kera-keranya lumayan ribut banget. Setelah gue melihat hamparan sungai dan air terjun, gue langsung berpikir bahwa gue harus loncat dari air terjun tersebut. Wait, Loncat??? mungkin hanya pikiran gue saja, karena sudah banyak pikiran negatif di kepala gue. Saat dikasih arahan memang kita akan melompat ke air terjun, tapi kalau lihat digambar sih air terjunnya kecil ga tinggi. Tapi yang gue lihat di depan mata itu lumayan tinggi.


Hal Pertama yang gue lakukan dengan keluarga gue adalah menyebrangi sungai. Kita menyebrangi sungai dengan badan kita sendiri tanpa bantuan perahu ya. Semua barang-barang berharga sudah disimpan dan dipegang oleh pemandu. Saat itu ada 2 Pemandu, 1 masih anak-anak sekitar 12 tahun dan yang satunya lagi sudah remaja mungkin duduk dibangku SMA, gue ga nanya sih karena fokus lihat sungai yang bikin gue berpikir negatif terus. "Pegangan Tangan ya semuanya. Hati-hati batunya licin" Kata si Pemandu memberi arahan kepada gue dan keluarga. Akhirnya gue pegangan tangan yang erat banget tuh, ternyata nyebrang di sungai sangat sulit! Batunya licin, arusnya kencang ditambah gue banyak banget berpikir negatif. Belum apa-apa gue kaya mau nyerah aja, tapi kalau balik lagi juga percuma gue takut pulang sendirian lewatin hutan. Tidak ada opsi lain, gue harus tetap maju menyebrangi sungai ini.


Awalnya masih steady saat nyebrang, tiba-tiba saat ditengah badan sudah mulai goyah. Gue tetap pegang tangan suami dan adek gue dengan erat karena gue khawatir jatuh. Jadi, kalau mau menyebrangi sungai kita harus posisi kuda-kuda. Kaki kanan mencari batu yang aman untuk dipijak dan kaki kiri mengikuti kaki kanan, terus seperti itu sampai akhirnya kita berada di sebrang sungai.

Sesampainya disebrang, pemandunya bilang "Siap ya, kita loncatin air terjun ini". What?? lompat! Gue bener-bener takut liat riak air ini, tapi sudah ada di depan mata gue. Antara pengen lari atau pingsan, tapi tidak ada pilihan. Padahal, ini cuma 3 meter tingginya , 3 meter buat gue tinggi banget! berarti kan setinggi rumah gue. Akhirnya, gue minta ke pemandu untuk lompatnya bareng suami gue. Ternyata dibolehin untuk lompat berdua, akhirnya deh gue dengan keberanian yang gak seberapa mencoba untuk lompat.


1...2...3... Byar! akhirnya gue lompat juga, ternyata seru banget dan malah bikin ketagihan, akhirnya gue ga takut lagi untuk lompat dari air terjun. Seketika, gue benar-benar menikmati berenang di sungai ini. Badan gue mengapung diatas air sambil mengikuti aliran sungai. Ada beberapa air terjun yang gue lewatin, sisanya sih air terjunnya kecil-kecil. Ternyata air terjun yang pertama adalah air terjun yang tinggi buat gue.



Pengalaman Body Rafting di Sungai Citumang adalah pengalaman pertama buat gue,setelah gue Body Rafting disini rasanya gue pengen coba Body Rafting/Rafting di tempat lain. Ternyata gue bisa menaklukan rasa takut gue dengan rasa penasaran gue. Ini adalah kado ulang tahun yang paling extreme dan adventure banget buat gue pribadi.


Cheerio!

-Ismi Aulia-


22 views