L(O2)ve

Dear pos cinta…

Hari-hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Hari ini kita bisa bertemu walaupun tidak bertatapan secara langsung, mungkin hanya surat yang bisa mewakili diriku sebelum kita gathering nanti. Well, aku baru saja mengikuti acara 30 hari menulis surat cinta ini. Jujur saja, aku masih agak kaku untuk menulis apa, aku bukan orang yang pandai menulis dan merangkai kata, membuat sebuah bait menjadi puisi dan aku benar-benar bukan sastrawan, jadi bila memang kata-katanya sedikit aneh harap di maklumi saja ^_^

Kata pujangga sih cinta itu anugerah dari yang kuasa kepada setiap insan. Cinta juga banyak bentuknya, maksudnya bentuk dalam menyampaikan kata “cinta” kepada hal apapun, karena ini temanya menulis surat cinta, maka surat cinta yang pertama ini akan aku berikan untuk sesuatu zat yang sangat penting dalam hidup aku. Kalau kata pujangga sih “you’re so meant for me” sorry sorry, sok-sokan juga ya gue! haha, padahal pujangga siapa juga nggak tahu yang mana :p , tapi saking cintanya aku sama si zat ini, aku langsung dedikasiin yang pertama buat dia, yaitu nafas(O2).

Pos cinta…aku cuma pengen dunia tahu kalau aku sayang banget sama pernafasan aku. Jadi tolong sampaikan rasa sayang aku ini sama oksigen, supaya dia juga tahu betapa pentingnya dia dalam hidup aku :)) Saking sayangnya, setiap hari aku latih pernafasan aku. Setiap bangun tidur yang aku rasakan adalah nafas, walau mungkin nafas saat aku bangun tidur tidak seindah wangi surga,tapi aku sangat bersyukur karena aku masih bisa diberikan nafas oleh Tuhan. Latihan pernafasan yang paling sering aku lakukan adalah berenang. Kebetulan, aku ini perenang amatir. Aku tidak bisa berenang dengan baik dan benar, yang paling aku takuti saat berenang adalah tenggelam dan tidak bisa bernafas lagi. Saking sayangnya aku sama nafas, aku jaga nafas aku sebaik mungkin. Aku berenang hanya kepala ku masuk ke dalam air lalu keluar lagi dan aku mengulangi itu berkali-kali. Jadi, walaupun berenang itu sangat aku sukai tapi sayangnya aku tidak bisa berenang. Untungnya aku ini mau belajar, akhirnya aku sadar kalau kepala ku cuma keluar masuk air , pernafasan aku tidak akan berkembang. Makannya aku mulai belajar berenang, walaupun rasanya takut tapi aku paksakan untuk berani dan sebenarnya aku juga bisa merasakan ketakutan dari sistem pernafasan ku sendiri, mungkin karena ikatan batin kali ya…jadi aku bisa ngerasain apa yang nafas juga rasaian. Dalam hati aku berkata “Fas…gue ngerasin kok ketakutan Lo, gue juga sama takut kaya lo. Tapi gue pengen lo berkembang, biar nggak ada orang yang neghina lo lagi kalau saat orang lagi galau. Karena banyak orang galau yang bilang ‘PENGEN MATI AJA!’ dan itu bisa menghentikan lo, Fas…gue pengen hidup lo lebih lama baikbuat gue atau orang yang lagi galau, Kita hilangin rasa takut ini ya , Fas” akhirnya dengan kata “bismillahirahmanirahim” aku memulai pelatihan pernafasan dengan berenang dan alhamdulillah, saking aku sayangnya dengan nafas aku nggak mau berhenti atau menahan nafas di air yang hasilnya, hidung aku sakit, aku minum air dan hampir tenggelam untungnya keburu diselamatin.

Aku nggak menyerah, aku terus melatih pernafasan ku sampai akhirnya aku bisa berenang. Oke sejujurnya memang tidak ada hubungan berenang dengan cara aku nafas sehari-hari, sejujurnya aku mau berterimakasih banget sama nafas. Karena nafas, aku kuat olahraga lebih lama, tidak mudah capek, kalau nyanyi nada tinggi tidak ngos-ngosan walaupun aku tidak punya suara Ariana Grande, tapi setidaknya aku bisa bernyanyi dan itu semua karena nafas yang selalu mengerti saat aku bernyanyi, selain itu aku bisa bernafas dengan lega saat hormon adrenalin ku mulai naik, walau nafasnya tidak teratur, tapi ia tetap setia nemenin aku. Indera penciuman ku pun semakin baik, aku bisa mencium makanan yang enak-enak sampai bisa mencium isu-isu busuk yang terjadi di kehidupan aku. Nafas memang sahabat yang sangat setia, disaat aku galau akut, nafas tetap nemenin aku sampai galau aku ilang, nafas itu bukti hidup yang banyak sejarahnya. Kalau kata sejarahwan sering disebut “saksi bisu”, nafas tidak bisa berbicara tapi dia bisa merasakan. Nafas memang cinta pertama aku, karena nafas aku bisa hidup didunia ini. Nafas juga adalah zat yang paling strong dalam hidupku, dia bisa tetap kuat walaupun dunia sudah berpolusi. Nafas memang begitu sabar saat hidupnya mulai di ancam dengan polusi. Dia tidak pernah mengeluh lagi, tapi dia juga bisa habis kesabarannya dan menyebabkan batuk.

Nafas memang sahabat yang paling setia, dia ada dimanapun kita berada. Dia tidak dipanggil untuk datang dan tidak disuruh untuk pulang, dia ada di dalam hidup kita selama tuhan menginginkan kita hidup dan dia akan meninggalkan kita saat tuhan menyuruhnya untuk pulang. Untuk itu, selama kita masih hidup kita wajib banget ngerasain indahnya hidup bersama nafas, kita wajib banget jaga pernafasan kita dengan baik. Jauhin hal-hal yang bikin pernafasan kita rusak, contohnya dari yang kecil sih hindari debu, maka dari itu kita mesti jaga lingkungan kita supaya lebih sehat. Jangan lagi ada polusi dan hindari juga rokok, karena dari rokok nafas pasti bakal cepet pulangnya 🙁 nafas memang sesuatu yang cepat move on. Walaupun orangnya doyan rokok, dia tetap berusaha jalan ke depan untuk terus memberikan nafas bagi manusia, walau dia tahu hidupnya sudah hancur. Makannya, aku selalu menghindari rokok supaya nafas tetap bahagia sama aku dan hidupnya tidak aku hancurin.

Pujangga memang benar ternyata, cinta itu anugerah dari yang kuasa kepada setiap insan. Sama halnya kaya nafas, dia memang anugerah yang paling indah dalam hidupku. So, nafas…stand by me till God ask you to go home 🙂

#30HariMenulisSuratCinta

0 views

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,