Chapter 8

Laki-laki yang serius mana yang tidak akan membawa sang kekasih kepada keluarganya? Mungkin hanya sekedar serius bohong-bohongan yang seperti itu. Di setiap hubungan, pasti satu sama lain harus saling mengenal karakter masing-masing. Seiring dengan berjalannya waktu, pasti kita akan mengenal pasangan kita seperti apa. Aku dan Aldy sudah mengenal sebelum kami pacaran, namun saat pacaran kebongkar lah semua yang tidak pernah aku dan Aldy tahu. Mulai dari keluarga,tepatnya.

Aldy bilang kepadakku, Ibunya sudah melihat foto ku di account line-nya. Komentar Ibunya kepadaku membuat hatiku naik dan hidungku terbang, ia bilang aku lucu. Kurasa hampir setiap orang yang menemui ku komentarnya sama, bukannya sombong tapi kenyataan 😛 , Aldy sudah mengenal keluarga ku. Bahkan dia begitu akrab dengan keluargaku, terutama dengan Ibuku. Mereka berdua sering ngobrol, hampir setiap hari Aldy ke rumah dia selalu ngobrol dengan Ibukku. Ia pun lumayan dekat dengan kakakku, apalagi kalo bicara soal game pasti mereka langsung nyambung. Papa , Om dan Tante semuanya pun mengenal sosok Aldy. Komentar dari keluargaku tentangnya, positif. Terkadang Ibukku bencandai aku seperti ini ” Itu calonmu sekarang?” . Bahkan Ibukku selalu menceritakan Aldy kepada saudara-saudara ku yang lain dan jujur saja membuat aku malu. Karena Ibukku tidak pernah menceritakan tentang kekasihku kepada siapapun, ini sangatlah tidak biasa. Saatnya aku yang bertanya kepada Aldy, apakah ia juga ingin memperkenalkan aku kepada keluarganya atau tidak? Aldy pun dengan antusianya mengatakan mau untuk memperkenalkan aku kepada keluargnya.

Akhirnya pun, aku bertemu dengan kedua orang tuannya.Kala itu hari Sabtu siang, aku sama sekali tidak tahu rumah Aldy dimana, orang tuanya seperti apa dan bagaimana keluarganya. Aku berharap semoga semuanya senang kepadakku. Aldy anak pertama dari dua bersaudara. Aldy pun membawa aku ke rumahnya, rumah yang ada di sekitaran daera Paseteur dan cukup besar rumahnya. Awal aku melihat rumahnya sedikit minder, yang ada di benakku keluarganya sukses-sukses. Aku pun menghilangankan rasa minder ku, saat masuk ke rumahnya aku begitu terpana. Bagus, bangunan tua yang antik. Aku pun bertemu dengan Ibunya, cukup kaget,gugup dan deg-degan “Hallo Tante” sapa aku, akhirnya aku duduk disamping Ibunya yang sedang menonton TV. Aku benar-benar canggung, tidak tahu apa yang harus aku katakan. Melihat Ibunya begitu dingin padakku, sedikit senyum yang dilemparkan untukku dan membuat aku blank harus bicara apa. Aldy untungnya memulai pembicaraan dan mulai membantu aku dalam bicara, tidak lama dari itu Ayahnya datang dan aku pun salam kembali “Hallo Om” sapa aku. Sayang, aku tidak bertemu dengan adiknya saaat itu.

Ini adalah pertama kalinya aku dibuat gugup dengan keluarga pacar. Biasanya aku tidak pernah segugup dan semalu ini. Aku merasa benar-benar kecil dan minder. Aku benar-benar menjadi orang bodoh saat itu. Aku,Aldy dan kedua orang tuanya pun makan siang bersama. Makanannya sangat enak. Membuat aku ingin nambah lagi dan lagi, tapi aku tahu diri. Aku malu untuk nambah, kadang Aldy becandain aku “Katanya mau nambah” dan aku hanya membalasnya dengan senyuman, dalam hatiku bilang “aku mau nambah,tapi aku malu sama orang tua kamu” Orang tua Aldy tidak banyak bicara, mereka lebih banyak diam epadakku, tapi sepertinya mereka senang sekali bicara. Mungkin karena belum dekat saja denganku, jadi minim pembicaraan bawaannya. Terkadang aku berpikir “Mungkin mereka tidak menyukai aku” aku benar-benar diam saja saat itu, aku pun tidak ingin ikut banyak bicara.

Tidak lama kemudian, kedua orang tuanya Aldy pergi. Aku lupa mereka pergi kemana. Saat orang tuanya pergi, Aldy mengatakkan sesuatu padakku “Maafin orang tua aku ya, mereka emang kaya mesin disel. Mesti dipanasin dulu baru bisa ngomong” Ya, aku mengerti mungkin karena kedatanganku yang terlalu cepat sehingga mereka pun bingung harus bertanya dan bicara apa. Aku hanya menunggu nanti saja, apa komentar orang tuanya tentang aku.

Sejauh ini aku pacaran dengan Aldy, untungnya orang tuanya tidak pernah mengatakkan atau mengomentari hal yang aneh dan jelek tentangku. Sejauh ini kedua orang tuanya setuju-setuju saja denganku. Aldy pun bilang “Kalau orang tua aku nggak komentar apa-apa tentang kamu, kamu mesti beruntung. Tandanya itu Fine, mereka juga tandanya setuju aku sama kamu” leganya aku…semoga apa yang Aldy bilang benar. Semoga kedepannya nanti orang tuanya mau ngajak aku bicara atau bercanda bareng, aamiin 🙂

0 views

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,