chapter 7

Aldy adalah laki-laki yang selama ini aku inginkan, dia adalah laki-laki yang penuh kasih sayang. Kebaikannya lah yang membuat hatiku jatuh kepadanya, kasih sayangnya membuat hatiku jauh lebih bahagia dari sebelumnya, dan cinta yang ia berikan mampu membuat hatiku luluh dengan dirinya. Namun ada satu hal yang menjadi kendala dalam hubungan ku dengannya, yaitu masa lalu.

Aku sadar apa yang aku lakukan ini salah, tak seharunya aku membiarkan hatiku jatuh kepadanya sebelum aku benar-benar melupakan mantan ku. Aku benar-benar merasakan posisi yang salah pada waktu itu, aku benar-benar lelah dengan tingkah ku yang tidak bisa lupa dari angan masa lalu, pikiran ku masih ada untuk sang mantan dan jelas-jelas mantan ku tidak ada sedikitpun dibenaknya untuk menghubungi ku kembali,mungkin. Setidaknya aku menginginkan dia meminta maaf dan menyesal dengan perbuatannya, setidaknya ia benar-benar bisa jadi sahabatku seperti yang ia katakan saat kita putus, tapi yang ada hanyalah sakit hati lagi yang dibuatnya. Belum genap sebulan aku putus, dia sudah mulai mendekati wanita lain, sedangkan aku yang jelas-jelas ada laki-laki di depan mataku yang jauh lebih mampu membahagiakan aku, aku biarkan. Aku lebih memilih untuk bersama mantanku,menunggunya untuk kembali dan itu adalah sesuatu yang bodoh yang pernah aku lakukan.

Tiap hari aku menangis karena ulah mantanku yang aku lihat di facebook, tidak sedikit ia like foto-foto perempuan, like status temannya tentang kejelekan seorang mantan dan seolah-olah kata-katanya menunjuk padaku, belum lagi foto profile yang ia buat. Ku melihat ia foto dengan teman-temannya dan ada satu perempuan yang memakai jaketnya, seakan-akan ia benar-benar sudah dekat dengan perempuan lain dan melupakanku. Setiap hari ia hadir dalam mimpi ku dan itu menjadi mimpi buruk buatku. Aku lelah dengan semua perbuatan mantan ku dan ditambah temanku bilang bahwa mantanku bilang aku adalah penyebab putusnya hubungan ini, karena aku berhubungan lagi dengan mantan selingkuhan ku. “Selingkuhan” i swear i never do that. Aku tidak perlu membahas itu sepertinya, yang jelas mantanku terlalu egois dalam berpikir, tidak mengerti maksudku dan bisa aku katakan mungkin ia terlalu emosi. Aku pun lelah, menangisinya setiap hari, memikirkannya setiap hari dan menunggunya setiap hari, namun ia tak kunjung datang dan bahkan menghubungi ku saja tak pernah. Aku berpikir mungkin ia benar-benar sudah move on.

Dibalik aku memikirkan seseorang yang tidak pernah memikirkanku,ada seseorang dibelakangku yang jelas selalu memikirkanku setiap harinya dan tidak pernah absen dalam memikirkanku, ia adalah Pak ce. Disaat aku belum bisa move on, aldy hadir disampingku. Ia mencoba menenangkanku, ia mencoba menghiburku, kadang sekali-kali ia memarahiku karena aku terlalu sering mengingat mantanku,ia memarahiku agar aku sadar,bahwa aku hidup dimasa kini bukan masa lalu. Aldy jelas mencintaiku apa adanya, ia jelas menungguku, sudah tiga tahun menungguku dan saat aku sudah dekat dengannya aku malah membuat dia sakit hati karena sikap ku yang terlalu sering mengingat mantan. Aldy yang membuatku untuk bangun dari kenyataan dan mimpi buruk, ia rela hatinya aku sakiti asalkan aku bahagia. Ia selalu mendengarkan ocehan ku setiap harinya tentang mantan,kadang aku membandinginya dan itu membuatnya semakin geram, tapi Aldy tetap tersenyum padaku. Setiap kata maaf yang terucap dari bibirku,ia balas dengan senyuman seakan-akan hatinya baik-baik saja walaupun ku tahu hatinya tidak sedang baik.

Sampai akhirnya aku berada di titik kesadaranku. Aku sadar apa yang aku lakukan salah, aku sadar aku hidup dimasa kini dan aku sadar aku selalu menengok ke belakang. Akhirnya aku sadar, mantanku adalah sosok yang memang indah pada masanya,ia membuatku bahagia dan sedih. Tapi dia adalah mantan, seseorang yang pernah hadir dalam hidupku dan menemaniku,bukan seseorang yang SEKARANG hadir dan menemaniku. Aku sadar, ia punya kehidupan dan dunianya sendiri. Ia bukan dilahirkan untukku dan ia tidak punya mimpi bersamaku lagi dan yang paling penting ia bukan milikku lagi,aku tidak pantas untuk mengingatnya apalagi menangisinya karena ia hanyalah seorang mantan. Mungkin ada benarnya juga apa yang mantan ku bilang “kita biasa aja ya,kita kan CUMA MANTAN” ya,kita cuma mantan mungkin berteman juga harus biasa saja atau mungkin tidak perlu berteman sama sekali.

Aku sadar didepanku ada seseorang yang lebih terluka dariku, yang lebih membutuhkan aku daripada mantanku membutuhkanku, dia adalah seseorang dimasa depan yang selalu aku sakiti karena kebodohanku akan masa lalu, orang itu selalu tersenyum walaupun hatinya sakit,orang itu sangat menyayangi dan mencintaiku tak perduli bagaimananya aku dan orang itu ternyata kini membuatku benar-benar bangun dari masa lalu. Orang itu kini membuatku benar-benar bahagia,jauh lebih bahagia. Aku tidak pernah merasakan tangis,stress,sakit hati dan segala hal yang membuatku jatuh. Orang itu adalah Aldy. Seseorang yang selalu menghiasiku penuh warna baru dan membuat hidupku lebih bermakna.

Banyak yang menertawakanku saat aku memilih aldy, mereka bertanya “apa sih yang kamu lihat dari dia?” Dan aku pun menjawab “semua yang tidak pernah kalian lihat”. Walaupun kata sempurna itu tidak ada, bagiku Aldy adalah sosok yang sempurna untuk seorang laki-laki. Ia bukanlah laki-laki biasa, walaupun badannya kecil, rambutnya tipis dan kulitnya hitam, dia adalah seorang pria yang bisa mengalahkan semua pria di dunia ini 😊😁✌

0 views

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,