chapter 2

Sering sekali kita tertawa bersama, kau memang orang yang asyik di ajak bicara dan kau memang humoris sekali. Sempat dikala kita berbicara aku bepikir bahwa pacarmu sangat beruntung bisa pacaran dengan oranh sepertimu,karena aku ingin sekai punya pacar yang humoris.

Saat itu aku sedang ada masalah dengan pacar ku, aku bersama teman-temanku pergi ke kantin. Disana aku bertemu dengan dirimu yang sedang makan,ingin aku menyapamu tapi rasanya berat. Ada sesuatu yang mengganjal dan bikin unmood di otak ku,akhirnya ku tidak menyapamu sama sekali dan kita pun tidak berbicara lagi.

Akhirnya lama sekali aku tidak melihat mu lagi,sekarang sudah semester 6 dan aku sudah menyusun PA. Aku sekarang bertemu dengan dirimu lagi di setiap hari yang sama,yaitu hari kamis. Seperti biasa,kau menyantap nasi goreng keju mu lagi dan terkadang aku lihat kau menyantap omelet tanpa nasi. Mungkin saat itu kau sedang diet.

Akhirnya pun kita mulai berbicara lagi,kita mengobrol banyak hal. Bukan hanya kau dan aku,tapi juga sahabat-sahabatku yang lain. Kali ini yang kita bicarakan adalah soal PA , dengar ceritamu aku semakin deg-degan untuk sidang. Apalagi saat itu aku akan seminar,kebetulan aku dapet dosen killer,tapi untungnya tidak jadi. Saat kau bilang bahwa dosen killer itu susah lulusin orang aku jadi semakin takut. Tapi kau becandain aku dengan bawa-bawa nama temanmu yang pernah dekati aku dulu,ini kali pertamanya kau ledekin aku sambil mentertawakan ku,biasanya kita tidak pernah seperi ini.

0 views

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,