Bride To Be

Saat pertama kau menatapku, mungkin kau perlu menunggu ku untuk sekian lama agar aku bisa menatapmu dengan padu.

Saat pertama kau berbicara padaku, mungkin butuh waktu lama lagi agar aku bisa berinteraksi yang lebih dalam padamu.

Saat pertama kau membawaku pergi, mungkin butuh waktu yang lama agar aku bisa mau untuk ikut denganmu.

Namun berbeda halnya saat pertama kau mengutarakan keinginanmu di depan orang tua ku untuk meminangku, saat itu juga aku tidak butuh waktu lama untuk mengatakan “iya”.

Langit biru ini sudah tahu bagaimana ceritanya, perjuanganmu yang cukup panjang untuk mendapatkan ku. Banyak rintangan dan juga banyak hempasan yang perlu kau lalui.

Betapa bodohnya aku, apabila aku lebih memilih diam daripada berlari bersamamu. Tapi aku lebih memilih memegang erat tanganmu sambil berlari mengitari waktu dan dunia.

Kamulah yang akan membawaku ke atas pelaminan nanti. Kamu yang akan membawaku ke semua tantangan hidup dan kita berjuang bersama dalam menghadapi segalanya nanti.

Inilah hal yang paling di cita-citakan oleh semua wanita. Kau adalah laki-laki yang aku pilih untuk menemaniku dalam melanjutkan hidup ini. Dari sekian banyak laki-laki yang mencoba untuk memiliki ku, hanya dirimulah yang ku pilih untuk bisa bersamaku.

Aku harap kau tidak akan pernah mengecewakan ku. Aku mempercayaimu bahwa lautan yang dihempas ombak akan tetap tenang, bahwa langit yang mendung masih bisa memiliki pelangi, karena aku percaya padamu dengan semua hal yang akan terjadi.

Terimakasih karena kau sudah memilihku juga untuk dijadikan istrimu kelak dan menjadi ibu dari anak-anakmu kelak. Terimakasih kau sudah mau mempercayai ku dan menerimaku.

#30#30HariMenulisSuratCinta

0 views

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,