Berbeda

Dear kamu yang berbeda,Pooh…

Hallo, apa kabar? Pasti dirimu hari ini baik-baik saja ya? Kalau ku boleh menebaknya,pasti kamu sedang sibuk skripsi untuk saat ini. Wajar saja, sebentar lagi kau akan melaksanakan sidang akhir mu.

Ingin ku ucapkan kata semangat seperti dulu yang pernah aku lakukan kepadamu. Katamu, semangatku selalu membuat dirimu tidak lelah untuk mengerjakan sesuatu. Aku sangat senang sekali pernah diberikan kesempatan untuk menyemangatimu. Inginku ucapkan kata sayang kepadamu, Pooh untuk panggilan sayangku padamu dan twinkie untuk panggilan sayangmu padaku.

Masih kau ingat dikala kau sibuk aku terus menunggumu untuk datang? Ku pandangi telepon genggam ku, ku berharap ada suara telepon atau sms masuk untukku, darimu. Ku terus menunggu, sampai terkadang aku ketiduran menunggumu untuk menghubungi ku. Setiap kali kau telat menghubungi ku, kau seperti orang yang sangat menyesal di dunia ini. Kau terus meminta maaf padaku, sampai kau memberikan kejutan untukku keesokan harinya agar aku memaafkanmu, jujur saja aku selalu memaafkanmu dan seharusnya kau tidak perlu memberiku kejutan-kejutan lagi,Pooh. semuanya aku selalu memaafkanmu,karena buatku kau tidak pernah melakukan kesalahan yang hebat. Kau memang orang yang baik.

Kau menyayangi ku dengan penuh kasih sayang, mencintai ku sewajarnya, kau tidak pernah marah bila ku salah. Walaupun terkadang kau marah, tapi tidak akan lama waktunya. Setelah kau marah, biasanya kau mencium keningku dan memlukku, kau meminta maaf dan mulai membicarakan dengan akal sehat. Kau menerima aku apa adanya, sehingga ku merasa bahwa kau orang yang sempurna dan tepat untukku. Tapi sayang, kau tidak tepat untukku.

Inginku jadikan hidup ini air, biar bisa mengalir terus ke muaranya. Aku lelah menjadikan hidup ini layaknya sepeti bangunan, yang ada pemisahnya. Seperti kita, kita yang dipisahkan begitu jauh dari kenyataan. Ingin ku hancurkan saja tembok pemisah yang menjadikan kita berbeda ini, tapi jika hancur satu maka hancurlah semua.

Aku beribadah lima kali dalam sehari, kau beribadah satu kali dalam seminggu,kita berdoa setiap hari dengan harapan yang sam dan kita melakukan doa kepada tuhan kan? Tuhan memang satu, hanya kita yang tak sama. Kita yang berbeda, banyak penghalang diantara kita. Cinta kita tidak bisa terus disatukan. Karena semakin menyatu, semakin sulit rasanya.

Kadang aku kesal dengan dunia ini, mengapa tuhan mempertemukan kita yang berbeda? Mengapa kau yang menjadi sempurna di hati ku? Mengapa kalau ujungnya kita tidak bersatu, tapi kita dipertemukan terlebih dahulu? Air mata yang sering jatuh saat kita curahkan hati kita melalui doa pun, tuhan tidak peduli kan? Kita tetap saja berbeda.

Tak jarang kita berpikir untuk melanjutkan hubungan ini sampai akhir, tak jarang juga kita berpikir untuk menyudahinya. Apapun itu kita lalui bersama, walaupun kita berbeda kau terus menggenggam tanganku erat dan berusaha tidak melepasnya. Tak jarang kita bertengkar karena agama kita yang berbeda, tapi kita terus bertahan dan saling menghormatinya. Aku terima kurangmu dan kau pun juga. Tapi bagaimana dengan orang-orang terdekat kita? Apa mereka tetap sanggup?

Sangat berat hati ini melepasmu, aku benar-benar tak bisa menahan air mataku. Ketika yang dicinta harus aku tinggalkan, begitupun dengan dirimu. It’s really hard to see the goodbye on your face. Akhirnya kita sadar, bahwa kita memang harus berpisah. Tuhan sayang pada kita, sehingga tuhan menguji kita begitu berat. Terutama aku,tuhan menguji ku dengan berat saat aku bertemu dengan orang yang begitu sempurna seperti dirimu, Pooh. Kata-kata terakhir yang kau berikan adalah kata-kata yang tidak bisa aku milikki lagi darimu, kita tidak akan pernah bertemu lagi. Bukan karena aku tidak ingin bertemu dengan mu lagi, tapi karena kau begitu indah untukku sehingga aku takut untuk melepasmu pergi lagi.

Pooh, izinkan aku memberikan surat ini untukmu. Dimanapun kau berada, dengan siapapun kau sekarang, izinkan aku mencurahkan semuanha kepadamu. Kau tahukan banyak sekali tulisan yang pernah ku buat untukmu di blog ku dulu? Semoga sekarang kau sempat membaca surat terakhir untukmu disini. Aku tak akan pernah melupakan orang sehebat dirimu, walaupun kini aku sudah bersama orang lain, aku tetap selalu mengingatmu. Pooh, kini aku bersama orang lain yang setipe denganmu. Suka bermain game, menonton film series dan juga pintar sepertimu. Pooh, semoga kau mendaptkan yang seagama denganmu dan lebih baik dari ku. Seperti kata kita dulu “Tuhan mempertemukan kita selalu ada alasannya” memang ada alasannya, alasan aku belajar bahwa masih ada laki-laki yang baik di dunia ini dan laki-laki yang tidak pernah meberikan wanitanya air mata. Alasan aku belajar, agar aku lebih dewasa dalam menjalani hidup ini. Terimakasih Pooh, kau sudah pernah hadir di hidupku. Terimakasih kau sudah banyak mengajarkan aku tentang banyak hal. Terimakasih…

Untukmu yang selalu aku rindukan…

-twinkie-

#30HariMenulisSuratCinta #hariKe4

0 views

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,