Barang di Masa Lalu

Kini aku melangkah maju, mungkin lebih jauh dari jalan yang dulu aku pijak. Kini aku menemukan tempat yang baru, tempat yang belum pernah aku temui sebelumnya. Aku juga bertemu dengan orang-orang baru, memiliki teman baru, sahabat baru, keluarga baru dan tentunya menemukan hal-hal yang baru yang bisa membuatku belajar. Tapi ada sesuatu yang ku bawa saat aku pergi ke tempat ini, barang kusam yang tidak ada artinya, tapi bersahabat.

Barang itu ku simpan dan ku jaga selalu, tak pernah ku lepaskan dan tak pernah ku berikan ke tangan yang lain. Ku selalu memegangnya dengan erat, bukan karena aku takut kehilangan, tapi aku hanya tidak ingin barang itu jatuh ke tangan yang salah.

Aku sangat mencintai barang tersebut, bukan karena itu pemberian seseorang di masa lalu. Tapi karena barang itulah yang selalu menemani ku saat aku senang maupun sedih, ia tahu saat es menjadi beku dan air menjadi api. Mungkin ia tahu, dirinya lah yang mungkin ku peluk saat aku rindu dia terdahulu. Tapi lagi, itu bukan alasannya.

Barang itu adalah sahabatku, aku tidak ingin kehilangan sahabatku. Aku hanya ingin bersamanya selamanya, jika suatu hari nanti buah hatiku muncul di dunia, ia bisa menjadi sahabatnya juga. Namun, kini aku berpikir lagi. Ia tidak bisa menjadi sahabat buah cintaku ataupaun teman hidupku kelak, tapi ia akan menjadi satu kenangan yang membuatku membencinya.

Sudah cukup aku egois dalam hal ini, kali ini aku harus membiarkannya sendiri tanpa ku. Saat nanti aku melangkah lebih jauh, barang itu tidak akan ikut lagi kepadakku. Akan kuberikan barang itu kepada orang yang memerlukannya.

Jika nanti aku punya istana, barang itu sudah tidak bersamaku lagi. Mungkin ia terdiam sendiri menatap sepi atau ia lebih bahagia karena memiliki sahabat yang baru.

Maafkan aku sahabat, aku hanya ingin menjaga perasaan pangeranku kelak. Walaupun aku yakin jika nanti aku bertemu dengan pangeranku, ia tidak akan pernah keberatan jika ia bersama mu. Tapi aku tidak ingin saat ia melihatmu, ia melihat sesuatu yang lain darimu. Maafkan aku sahabat, suatu saat nanti kau akan berteman dengan yang lain dan jangan pernah takut untuk terus melangkah maju. Terimakasih sahabat terbaikku…

#21 #30HariMenulisSuratCinta

0 views

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,