Almost Mine

Dua bulan yang lalu aku mengenal mu. Aku melihatmu dari kejauhan seolah mengetuk pintu hatiku yang diam-diam terisi ini.

Aku merasakan ada sesuatu yang berbeda dari dirimu, sesuatu dimana tiba-tiba aku merasakan hati ini bergetar dan seolah aku tidak ingin berhenti memandangmu.

Ku coba mencari tahu tentangmu, semua hal tentangmu aku gali seolah aku tidak ingin melakukan kesalahan padamu dalam menilaimu.

Satu hal untukmu “amazing”. Aku benar-benar kagum padamu. Hati ini pun semakin dibuatmu tergila-gila. Akhirnya aku benar-benar menginginkanmu jadi milik ku.

Semua cara aku lakukan agar aku bisa berhasil mendapatkanmu. Sampai cara terakhir aku lakukan, akhirnya membawa hasil yang cukup baik.

Biasanya aku memandangmu dari kejauhan, kali ini aku memandangmu jauh lebih dekat. Aku pun memgangmu dengan erat, menyentuhmu dengan halus dan menggenggam mu penuh ketakutan. Dengan rasa percaya diri, aku berniat untuk membawamu pulang tanpa pikir panjang.

Namun semuanya berakhir dengan kekecewaan. Pada saat aku akan membawamu pulang, usaha ku untuk mendapatkanmu ditolak. Alhasil,aku tidak bisa memilikimu.

Ya, kartu kredit ku limitnya tidak cukup untuk mendapatkan handphone sebagus dirimu. Padahal aku membuat kartu kredit gunanya agar aku bisa membeli handphone yang aku mau. Tapi semuanya sia-sia.

Sebagai orang awam yang baru menggunakan kartu kredit pun aku malu dibuat penjualnya, dengan muka senyuman mereka aku tahu hati mereka berkata apa.

Yasudahlah…mungkin tuhan belum memberikan izin untuk ku. Ini bukan rezeki ku, tapi semuanya pasti ada hikmah. Mungkin suatu saat aku akan mendapatkannya dengan cara yang lebih mudah, tanpa harus menggunakan kartu kredit lagi.

-untuk iphone 6 yang aku inginkan, tapi gagal ku miliki-

#13 #30HariMenulisSuratCinta

0 views

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,