Ego

Ketahuilah, mungkin terkadang menjadi sendiri itu asik daripada harus berdua. Walau sunyi memang berteman dengan bosan.

Bila memang sendiri itu lebih baik,biarlah kali ini ku mencobanya dengan sesaat. Apa sekarang aku harus berterimakasih kepada bosan? Bosan karena mulut ini tidak ingin terbuka karena ada seseorang yang membuat mulut ini terkunci.

Egois memang, bosan menjadikan diri ini termakan ego sendiri. Harus ada yang menang dan kalah, tidak ada usaha untuk membuat sunyi ini berubah menjadi gembira. Tidak ada yang ingin dikalahkan, selalu merasa benar dan tidak pernah salah.

Kalo memang menyendiri ini akan lebih baik, mengapa ego yang harus muncul? Saat ini aku sudah mulai sedikit gila, ego pun menghasilkan emosional yang tinggi dan tumpah menjadi amarah.

Rasanya ingin ku maki semua ini, ku bentak semua ini dan rasanya ingin ku keluar dari zona bosan yang menghasilkan emosi dan ego pribadi. Mungkin mencoba menggerakkan bibir dan membuka mulut satu-satunya cara agar ego ini hilang.

Memulai bukan berarti kalah dan mengalah, tapi memulai berarti kita sadar bahwa kita tidak bodoh. Bodoh dalam permainan bodoh yang disebut bertengkar, meminta maaf walaupun tidak salah bukankah itu seorang pemberani? Walau memang harus dihadapkan sulitnya untuk dimaafkan, tapi yang terpenting sudah mencoba untuk bertindak benar dan cerdas.

#30HariMenulisSuratCinta #26

0 views

Recent Posts

See All

Dreamer

Do you ever feel like when you wanna go to somewhere but you don’t have enough money to get there? I’m the one who always be like that… So, when i was a kid when my friends were talking about dreamed,